GALLERY FOTO

PARTAI KEADILAN SEJAHTERA NUSA TENGGARA TIMUR BEKERJA UNTUK FLOBAMORA

Jama'ah Penuh Berkah

Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah antara qiyadah dan jundiyah menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan.

Bekerja Untuk Indonesia

Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (9:105)

Inilah Jalan Kami

Katakanlah: Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik. (12:108)

Biduk Kebersamaan

Biduk kebersamaan kita terus berjalan. Dia telah menembus belukar, menaiki tebing, membelah laut. Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari tabiat jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti menyusurinya, mengikuti arus waktu yang juga tak pernah berhenti.

Kesungguhan Membangun Peradaban

Semua kesungguhan akan menjumpai hasilnya. Ini bukan kata mutiara, namun itulah kenyataannya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang diusahakan dengan sepenuh kesungguhan.

Minggu, 20 April 2014

PARTAI KEADILAN SEJAHTERA ‘SIAP MENGGEBRAK’ PARLEMEN DI NUSA TENGGARA TIMUR



Pada tanggal 9 April 2014, masyarakat Indonesia telah melaksanakan Pemilihan Umum secara Langsung, Umum, Bebas dan Rahasia. Kendati beberapa lembaga telah melakukan survey hitung cepat dan memprediksi turunnya perolehan suara beberapa partai ditingkat nasional. Namun pelaksanaan Pemilu kali ini diwarnai sejumlah kejutan. Pada tingkat local, perolehan suara Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengalami tren kenaikan. Yang menggembirakan, perolehan suara kader-kader Partai Keadilan Sejahtera di Nusa Tenggara Timur mengalami kenaikan suara yang signifikan jika dibandingkan Pemilu 2009 dan persebaran suaranya pun merata pada setiap Daerah Pemilihan (Dapil) di tingkat propinsi. Bahkan dapat dipastikan bahwa kader PKS NTT memperoleh tiket melenggang ke Senayan.
Dengan perolehan suara yang signifikan pada Pemilu ini maka kader-kader PKS NTT yang bermodalkan kapasitas dan integritas siap menggebrak panggung parlementaria di Flobamora. Menurut Syafrudin Gorang, Sekretaris Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Nusa Tengara Timur, merincikan perolehan suara PKS pada tahun 2014. Berdasarkan data rekapitulasi sementara maka total suara PKS untuk DPR RI Dapil NTT 1  mencapai : 34.449 suara. Perolehan tersebut naik 36 persen dari hasil Pemilu 2009. Sedangkan perolehan DPRD Propinsi berpotensi mendapatkan 4 kursi. Daerah Pemilihan yang berkontribusi adalah Dapil II (Kab. Kupang, Rote Ndao dan Sabu Raijua):  1 kursi; Dapil IV (Manggarai, Manggarai Timur & Manggarai Barat)  : 1 kursi; Dapil 5 (Ende, Sikka, Ngada, Nagekeo) :                  1 kursi dan Dapil 6 (Flores Timur, Lembata Dan Alor):  1 kursi.
Masih menurut Sekretaris DPW PKS NTT, perolehan suara PKS ditingkat Kabupaten/kota juga tidak kalah fantastisnya. Jika pada Pemilu 2009 lalu, PKS hanya mampu menempatkan 13 kadernya di DPRD yang tersebar 21 Kabupaten se- Nusa Tenggara Timur. Maka kenaikan suara pada Pemilu 2014 mencapai 170 %.  Setidaknya 23 kader berpotensi  terpilih menjadi anggota Dewan Kabupaten tahun ini. Adapun rincian persebarannya sebagai berikut: Kab. Alor dan Ende masing-masing mendapatkan 3 kursi; Kabupaten Timor Tengah Selatan, Belu, Sumba Barat Daya, Mangarai Barat, Manggarai Timur dan Lembata masing-masing mendapatkan 2 kursi; serta  Timor Tengah Utara, Sumba Tengah, Manggarai, Nagekeo dan Sikka masing-masing mendapatkan 1 kursi. Kenaikan suara yang fantastis tersebut merupakan pencapaian terbesar kader-kader PKS setelah berkiprah 16 tahun di Nusa Tenggara Timur. Terpenting adalah niat tulus para kader PKS untuk berkhidmat untuk umat di Nusa Tenggara Timur. (Handisa)

Senin, 28 Mei 2012

Jalan Santai Dalam Rangka Milad ke-14 PKS Berjalan Meriah

Kupang. (MC/28/5/2012)-- Ratusan orang menyemut di Taman Nostalgia yang terletak di Jalan El Tari, Kupang. Ratusan orang tersebut baru saja mengikuti Jalan Sehat yang diadakan Dewan Pimpinan Daerah Partai Keadilan Sejahtera Kota Kupang pada hari Minggu tanggal 27 Mei 2012. Acara tersebut merupakan rangkaian kegiatan peringatan Milad Partai Keadilan Sejahtera ke-14 di kota Kupang. Rute yang berjarak kurang lebih 5 kilometer, ditempuh oleh peserta yang terdiri dari fungsionaris, kader dan simpatisan turut membaur dengan masyarakat umum lainnya selama 1 jam. Selepas garis finish, peserta memperoleh snack sembari menanti pembagian door prize. (admin)

Minggu, 29 April 2012

PKS Ende Hijaukan Raporendu

Ende, PK-Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Keadilan Sejahterea (PKS) Kabupaten Ende bersama masyarakat Desa Raporende, Kecamatan Nangapada, Kabupaten Ende menghijaukan lahan kosong di desa itu dengan menanam 500 anakan pohon tanaman umur panjang seperti jati dan mahoni, Minggu (29/4/2012).
Kegiatan ini ditandai dengan penyerahan anakan secara simbolis dari Ketua Panitia, H.Yusuf Oang (anggota DPRD Ende dari PKS) kepada Ketua DPD PKS Kabupaten Ende, Muhammad Ilham, ST. Anakan dari Ilham selanjutnya diserahkan kepada Kepala desa Raporandu, Hasan Ebas.
Ketua panitia, Oang dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya, yakni rekreasi bersama keluarga pengurus PKS. Kegiatan ini, jelas Oang, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PKS ke-14. Menurut Oang, kegiatan tanam pohon etrsebut bermakna sederhana dan jumlahnya terbatas, tidak seperti  yang diharapkan. Oang menegaskan, PKS memilih kegiatan tanam karena prihatin dengan bencana banjir dan longsor yang terjadi dimana-mana. Bencana yang terjadi, katanya, biasanya masyarakat selalu menjadi korban."Untuk mengatasi bencana, maka salah satu solusi adalah tanam, tanam dan pelihara," tandas Oang.
Oang menambahkan, anakan tanaman yang ditanam adalah umur panjang yang punya nilai ekonomi. Ketua DPD PKS Kabupaten Ende mengatakan, Kades Raporendu sudah berjibaku dengan PKS dalam kegiatan milad PKS ke-14.
Dalam rangka HUT PKS ini, kata Ilham, minggu sebelumnya digelar kegiatan rekreasi keluarga besar PKS Ende. Dan saat ini, kata Ilham, dilakukan kegiatan tanam. Dalam kegiatan ini, masyarakat juga diberi ruang beraktivitas bersama PKS.
Tujuan kegiatan rekreasi yang disebut kegiatan internal, kata Ilham, untuk kekokohan barisan PKS yang berada di DPD. Sedangkan kegiatan eksterna;, yakni tanam untuk menjalin ukhuwah bersama warga. Kegiatan tanam yang digelar, jelas Ilham, penanaman merupakan aktivitas PKS sebagai partai dakwah. Kegiatan tanam sebagai simbol keterikatan dengan masyarakat. Ilham mengharapkan, anakan yang ditanam terus dirawat oleh masyarakat. Sebab pengalaman yang terjadi, kegiatan tanam yang tidak melibatkan masyarakat akhirnya tidak terpelihara. (Oma) ditulis kembali oleh Admin

Minggu, 22 April 2012

Pentingnya Tarbiyah

Bidang Kaderisasi  DPD Partai Keadilan Sejahtera Kota Kupang menyelenggarakan kegiatan temu kader. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Jum'at tanggal 20 April 2012 bertempat di Aula Pesantren Mahasiswa El Fatta Jalan Gedung Keuangan Kupang. Tidak kurang dari 30 orang peserta mengikuti kegiatan tersebut. Dan bertindak sebagai pemateri adalah Bapak Abdullah. Beliau membawakan materi tentang Pentingnya Tarbiyah.
Tema tersebut dipilih karena fenomena yang menjangkiti umat Islam di Indonesia saat ini adalah minimnya kefahaman umat terhadap ruh ajaran Islam. Sehingga umat terjerembab kedalam kebodohan dan kelemahan. Ciri yang menandakannya adalah sebagian besar umat Islam lebih condong ke hal-hal yang bersifat keduaniawian, cinta dunia, takut mati dan meninggalkan jihad. Dan setiap kader dakwah harus memiliki kepedulian dan tanggung jawab moral guna memecahkan masalah tersebut. Selain itu, umat islam perlu melakukan perbaikan secara menyeluruh baik dalam berbagai aspek kehidupan. Baik dalam hal ubudiyah, muamalah dan syariah. Proses tersebut harus yang berjalan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Proses tersebut dikenal dengan istilah Tarbiah. Secara etimologis Tarbiah (asal kata: Raba-Yarbu) bermakna tumbuh kembang; (Rabba-Yarbbu) dan bermakna memperbaiki. Sehingga tujuan tarbiah adalah membentuk syaskiyah Islamiah yang bermula dari pembentukan karakter diri dan berjenjang ke pembentukan keluarga Islam berlanjut ke pembentukan masyarakat sampai kehidupan berbangsa dan negara.

Selasa, 20 Maret 2012

DPD PKS Kota Kupang Selenggarakan Daurah Tarkiyah


Kupang, 19 Maret 2012 - Bidang Kaderisasi Dewan Pengurus Daerah PKS Kota Kupang menyelenggarakan Daurah Tarkiyah pada tanggal 18 Maret 2012. Adapun tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut adalah meningkatkan saqofah kader muayyid terhadap manhaj tarbiyah. Sebanyak 25 orang kader muayyid ikhwan dan akwat turut berpartisipasi pada kegiatan Daurah Tarkiyah. Adapun metode penyampaian materi berupa ulasan serta dialog. Dengan pematerinya berasal dari bidang kaderisasi sebanyak 3 orang yang membawakan materi sebagai berikut:
Materi I tentang Amal Jamai yang menguraikan urgensinya serta ciri-cirinya. Diulas pula kunci sukses beramal jamai meliputi: Al fahm (Kefahaman atas dasar pelaksanaan amal jamai); Al Ikhlas; Al Amal; Tsiqoh; Ukhuwah; Tajarud; Al Tadhiyah; Tsabat (sikap teguh); Jihad.
Materi II tentang Ruhul Istijabah yang menguraikan aspek-aspek penyemangat menyambut panggilan Jihad. Pematerinya mengulas 4 aspek Ruhul Jihad yang meliputi: Istijabah Fikriyah; Istijabah Nafsiyah; Istijabah Maaliyah dan Istiabah Harakiyah secara mendalam.
Materi III tentang Arkanul Bari’ah yang menguraikan jenis dan rukun Ba’iat; landasan syari-nya. Dipaparkan pula 10 ainul baiat meliputi: Al Fahm; Al Ikhlas; Al Amal; Al Jihad; At Tadhiyah;At Tha’ah; At Tsabat; At Tajarud; Al Ukhuwah dan At Tsiqoh. (Admin)

Senin, 23 Januari 2012

Agenda


Bidang Perempuan DPW PKS Nusa Tenggara Timur akan menyelenggarakan pelatihan Keluarga Excellent pada:
Hari/Tanggal     : Minggi, 29 Januari 2012
Tempat : Hotel Greenia. Jalan Hati Mulia Oebobo Kupang (Belakang Kantor Pertamina)
Pemateri           : 1. Dr Hamy Wahjunianto (Trainer Kualita Pendidikan Indonesia)
                          2. Ustads Miftakhul  Jinan (YSDF Surabaya)
Kontak Person :
1.)    Ibu Fat (081339351363); 2.) Ibu Wirda (081353742285); 3.)Ibu Titin (081703772860)
Peserta Terbatas

Kepanduan NTT Gelar Pra Mukoyam


Kupang. 22 Januari 2012 – Bidang Kepanduan dan Olahraga Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Nusa Tenggara Timur menyelenggarakan Pra-Mukoyam. Kegiatan ini bertujuan mempersiapkan mental dan fisik para peserta Mukhoyam Kepanduan Dasar II. Kegiatan ini berlangsung pada hari Minggu, 22 Januari 2012 mulai pukul 07.00 WITA bertempat di Lapangan Penfui. Adapun materi Pra muhkoyam meliputi: lari 10 putaran, push up, sit up, back up masing-masing 30 kali dan pull up 10 kali. Walaupun materi tersebut cukup menguras energi namun 20 orang peserta cukup antusias mengikuti acara tersebut sampai selesai. Dipenghujun acara, panitia membagi peserta kedalam 3 kelompok sebagai persiapan kegiatan MKPD 2 tanggal 3-5 Februari 2012 di Batu Putih, Kabupaten Timor Tengah Selatan. (Admin)

Rabu, 18 Januari 2012

Agenda Mukhoyam

Kepanduan Dewan Pengurus Wilayah Partai Keadilan Sejahtera Nusa Tenggara Timur akan menyelenggarakan Mukhoyam Kepanduan Dasar pada:
 Hari/Tanggal: Jum'at-Minggu; 3-5 Februari 2012
 Tempat       : Batu Putih Kabupaten Timor Tengah Selatan
 Demikian informasi yang kami sampaikan.(Admin)

Minggu, 01 Januari 2012

Pelatihan Dasar Relawan Indonesia Cabang Nusa Tenggara Timur


Media Center. Kupang, 2 Januari 2012-Beragam cara yang dilakukan masyarakat Kota Kupang dalam merayakan pergantian tahun. Cara berbeda dilakukan aktivis Relawan Indonesia dalam memaknai pergantian tahun. Mereka mengadakan kegiatan bertajuk: “Pelatihan Dasar Relawan Indonesia Cabang Nusa Tenggara Timur: Indonesian For Voluntir Disaster Relief. Kegiatan ini berlangsung selama 2 (dua) hari dimulai tanggal 31 Desember 2011 sampai tanggal 1 Desember 2012. Dan berlokasi di pantai Tablolong kecamatan Kupang Barat Kabupaten Kupang yang berjarak 25 km dari Kota Kupang.
Sebanyak 30 orang peserta mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari unsur pelajar, mahasiswa, pegawai dan masyarakat umum. Peserta pun tidak semata berasal dari sekitar kota Kupang. Namun terdapat peserta yang datang dari luar kota seperti Kabupaten Timor Tengah Selatan. Cuaca yang tidak bersahabat pun tidak mengurangi antusiasme peserta mengikuti kegiatan ini sampai selesai. Dalam sambutan pembukaan, M. Guhir, SE selaku ketua panitia menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan: 1.) Mendidik kedisiplinan peserta 2.) Memberikan pengetahuan umum penanganan bencana melalui teori dan praktek 3.) Membangun dan membina kerjasama antar peserta serta 4.) Menyiapkan dan mencetak relawan-relawan yang berjiwa kepemimpinan dan berjiwa.
Adapun materi penanganan bencana yang diberikan meliputi: Tehnik Bantuan Hidup Dasar (BHD). Metode ini memberikan pengetahuan dasar bagi relawan guna mengidentifikasi korban bencana/kecelakaan yang berpeluang hidup untuk ditolong. Tehnik dasar yang diberikan adalah menolong korban berhenti bernafas dengan Air respiration Breathing Circulation (ABC). Disela-sela kegiatan disisipkan permainan outbound guna membangun kerjasama antar peserta. Materi selanjutnya adalah evakuasi korban bencana. Salah satu evakuasi dan mobilisasi korban melalui tehnik rapling. Tehnik ini biasa digunakan relawan untuk memindahkan korban dari ketinggian melalui bantuan alat. Guna memberikan ketrampilan rapling maka setiap peserta diberikan kesempatan praktek rapling dari ketinggian 10 m menuruni tebing di areal pantai Tablolong. Guna membekali peserta dengan mental dan fisik yang prima serta membentuk kerjamasa tim penyelamat yang tangguh maka penyelenggara juga memberikan materi jurit malam. Pada pukul 02.30 WITA dini hari, para peserta dibagi kedalam dua kelompok. Masing-masing kelompok diberikan tugas untuk mencapai titik evakuasi baik melalui susur pantai maupun susur hutan. Setiap kelompok diberikan kesempatan menyusun strategi dan tehnik evakuasi pada malam hari dan berkompetisi dengan tim penyelamat lainnya.
Pada keesokan harinya tanggal 1 Januari 2012 pukul 10.00 WITA dilakukan upacara penutupan. Dalam upacara penutupan, ketua panitia menyatakan bahwa para peserta telah secara baik mengikuti berbagai materi yang diberikan. Dan berakhirnya pelatihan menandakan awal pengabdian peserta sebagai relawan pengananan bencana dimulai. Mengingat kehadiran Relawan Indonesia, sebagai salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat dibidang penanganan bencana yang bersifat terbuka, tidak berafilisiasi dengan partai politik tertentu dan bersifat nasional, akan dibutuhkan masyarakat. “Dan kehadiran Relawan Indonesia di Nusa Tenggara Timur akan terus dikembangkan sampai kedaerah-daerah meningat propinsi Nusa Tenggara Timur termasuk daerah yang terkategori rawan bencana” pungkas M Guhir, SE yang juga sebagai alumni terbaik Relawan Indonesia tingkat Nasional di Lembang Bandung. Sebagai puncak acara adalah penyematan pin Relawan Indonesia kepada peserta. Uniknya prosesi penyematan pin ini dilakukan dilaut. (Admin)

Sabtu, 19 November 2011

Agenda

Bidang Pemuda dan Olahraga DPD PKS Kota Kupang mengundang kader/simpatisan Partai Keadilan Sejahtera Kota Kupang guna berpartisipasi acara Rihlah pada:
  • Hari/tanggal : Minggu, 20 November 2011
  • Pukul          : 07.30 WITA s/d selesai
  • Tempat       : Jl. HR Koroh Depan stasiun Relai TV 7
  • Acara         : Futsal
Demikian. Atas perhatiannya diucapkan terima kasih. (Admin)

Agenda

Bidang Kaderisasi DPD Kota Kupang Mengundang kader/simpatisan Partai Keadilan Sejahtera Kota Kupang guna menghadiri Tasqif pada:
  • Hari/tanggal : Kamis, 17 November 2011
  • Pukul          : 15.00 WITA
  • Tempat       : Aula MTs Nurul Iman, Jalan Hati Mulia Oebobo Kupang
  • Pemateri     : Ustadzah Yulia dari Surabaya
Demikian. Atas perhatiannya diucapan terima kasih.
(Admin)

Selasa, 01 November 2011

Menjadi Insan Pemenang


Terdapat tiga jenis manusia. Pertama adalah manusia pemenang yakni: mereka yang tahu apa yang mereka inginkan, tahu potensi yang dimiliki dan selalu menyambut tantangan dan peluang yang datang dengan hati, pikiran dan sikap positif. Kedua ialah manusia pecundang, yakni orang-orang yang bahkan tidak cukup tahu siapa diri mereka sendiri, mereka  lebih sering akrab dengan energi negative dan pesimistis, mereka tidak menghidupi, memaknai kehidupan (to live the life) tetapi membiarkan kehidupan memebntuk hidupnya (the life lives upon them).
Selain pemenang dan pecundang, sebenanya masih ada yang ketiga yakni pemenang potensial (Potential winner). Orang-orang ini memiliki potensi menjadi pemenang, mereka selalu mencari dan meyadari meemiliki potensi yang belum termanfaatkan tetapi karena satu dan lain hal belum masuk jalur pemenang. Mungking apa yang mereka butuhkan adalah belajar menjadi pemenang dan lebih pintar mencari peluang.
Sejarah ditulis oleh dan untuk pemenang, Oleh sebab itu, potential winner perlu memupuk karakter pemenang yang sudah terdapat dalam diri kita. Sebuah tulisan menyebutkan beberapa perbedaaan dalam keseharian antara pemenang dan pecundang yang mungkin kita jadikan titik tolak untuk memulai, yaitu:
  1. Pemenang selalu menjadi bagian dari solusi, sedangkan pecundang lebih sering menjadi bagian dari masalah,
  2. Pemenang selalu memiliki rencana yang terkait dengan pekerjaan, sedangkan pecundang tidak pernah kehabisan alasan untuk tidak bekerja.
  3. Pemenang selalu berkata “biar saya yang mengerjakan” sementara pecundang lebih suka berkata”Maaf, itu bukan bagian dari tugas saya”
  4. Pemenang selalu melihat ada jawaban dari setiap persoala, sedangkan pecundang selalu melihat ada persoalan dan alas an pada setiap solusi
  5. Pemenang selalu melihat adanya peluang pada setiap kesulitan, sementara pecundang selalu melihat adanya kesulitan dari peluang yang paling bagus sekalipun.
  6. Pemenang selalu otomatis mencari kekurangan dirinya, dalam menyikapi kegagalan sedangkan pecundang lebih suka mencari kambing hitam diluar dirinya.
  7. Pemenang selalu melakukan koreksi atas kesalahan yang dilakukan, sementara pecundang lebih sering mencari pembenaran untuk mengulanginya lagi.
Kita terlahir sebagai pemenang. Pilihan dalam hidup pun sudah sangat gamblang. Hanya kepada diri kita sepenuhnya terpulang. Apakah kita akan menajdi seorang pemenang atau pecundang. Disarikan dari HUMUS: Pemenang. PP.(ADMIN)

Senin, 26 September 2011

Anis Matta: NTT Butuh Banyak Investor



TRIBUNNEWS.COM,  KUPANG --- Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga Wakil Ketua DPR RI, Anis Matta mengatakan, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan investor yang banyak dan kuat agar pembangunan di wilayah ini bisa berjalan lebih cepat.
Membangun NTT tidak cukup hanya dengan mengandalkan APBD tetapi harus melibatkan pihak swasta.
Sekjen DPP PKS  yang juga Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan hal itu pada acara jumpa  pers dengan para wartawan di Hotel Kristal Kupang, Sabtu (24/9/2011) .
Menurut Anis Matta, agar investor kuat atau investor berskala besar bisa berinvestasi di NTT yang harus dilakukan adalah masyarakat bersama pemerintah di wilayah ini harus lebih ramah terhadap infestor.
"Perlu dilakukan penyadaran kepada masyarakat agar lebih ramah. Membangun sektor ril tidak bisa mengandalkan pada APBD semata," kata Anis Matta.
Dikatakan Anis Matta, masalah paling penting yang membuat investor susah masuk ke wilayah NTT adalah masalah ketersediaan lahan atau tanah.
Banyak tanah di NTT merupakan tanah suku sehingga masalah tanah menjadi masalah penting yang harus mendapat perhatian. Sementara masalah iklim dan lainnya tidak menjadi faktor penghambat investor berinvestasi di wilayah ini.
"Bantuan pemerintah pusat melalui APBN juga sedikit. APBN yang disiapkan untuk pembanguann di daerah-daerah hanya sebesar 12 persen. sangat kecil nilainya," kata Anis Matta.

Laporan Wartawan Pos Kupang, Maksi Maho Editor: Yulis Sulistyawan  |  Sumber: Pos Kupang

PKS Berobsesi NTT Jadi Etalase NKRI

Kupang, NTT Online - Kerukunan umat bergama yang sangat harmonis di provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi barometer partai PKS untuk menjadikan NTT sebagai etalase kerukunan umat beragama di Indonesia.

Hal ini disampaikan Sekjen Dewan Pimpinan Pusat  (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Anis Matta saat menggelar jumpa pers dengan wartawan di Hotel Kristal Kupang, Sabtu ( 24/11 ).
Menurut  Anis keragaman suku, budaya dan agama di Indonesia yang paling kelihatan ada di NTT sehingga perlu dipelihara dan ditingkatkan dengan menguatkan harmonisasi diantara umat beragama," katanya.
“Daerah ini semestinya menjadi etalase dari NKRI karena segala keragaman ada di daerah ini," jelas Anis yang adalah seorang anggota dewan dan juga menjabat wakil ketua DPR RI.
Lebih lanjut dia menjelaskan dengan menguatkan toleransi masyarakat maka hal ini dapat menutup pintu konflik horisontal diantara umat beragama yang selama ini masih menghantui negara kita.

Dengan dijadikannya NTT sebagai etalase kerukunan umat beragama, diharapkan hal ini dapat menjadi contoh daerah lain. Kerukunan umat beragama merupakan sesuatu yang sangat penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sehingga kelak hal ini tidak terjadi lagi dinegara kita yang sangat kaya akan keragaman budaya dan agama.
Ditulis oleh Alex Dimoe   

Anis Matta: KPK Cenderung Mencari Masalah

Tim Liputan 6 SCTV. 25 September 2011
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cenderung mencari masalah dalam kasus pemanggilan seluruh pimpinan Badan Anggaran DPR. Demikian dikatakan oleh Wakil Ketua DPR yang juga Sekjen Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (24/9).

"Pemanggilan tersebut hanya berkaitan dengan mekanisme penetapan APBN, sehingga tidak perlu memanggil seluruh pimpinan Badan Anggaran, tetapi bisa dengan mekanisme lain seperti melalui utusan ke DPR atau melalui surat-menyurat," kata Anis Mata kepada pers.

Menurut dia, langkah yang diambil KPK bisa dihindari dengan mengutus perwakilan untuk meminta penjelasan pimpinan Banggar, tanpa perlu melakukan pemanggilan. "Teman-teman di Banggar menilai KPK cenderung mencari masalah bukan untuk menyelesaikan masalah," kata Anis.

Menurut dia, pemanggilan terhadap seluruh pimpinan Banggar telah menciptakan masalah baru, antara lain terjadi pengadilan media untuk hal yang tidak ada urusannya dengan anggota Banggar. "Mekanisme pemanggilan seperti itu membuat pembahasan RAPBN 2012 jadi molor, yang tentunya berimbas pada tertundanya semua program pembangunan," katanya.

Dia mengatakan jika persoalan terkait dengan personal, tindakan yang dilakukan bukan memanggil seluruh pimpinan Banggar tapi kepada perseorangan. "KPK telah membuat sebuah drama kolosal yang justru menimbulkan sejumlah soal yang akan berdampak kepada sejumlah agenda lain yang lebih penting," ujarnya.

Ia mengatakan jika Banggar tetap mogok, rencana pengesahan RAPBN 2012 pada Oktober nanti juga molor. Menurut Anis Matta, APBN itu adalah undang-undang yang memiliki sifat berbeda dengan undang-undang lainnya, karena pengajuannya hanya boleh dilakukan oleh eksekutif.

Karena itu, posisi Banggar hanya membahas dan menilai layak tidaknya proposal yang disampaikan dalam RAPBN itu, tidak dalam konteks untuk menyusunya. "Jadi soal daerah mana dapat berapa dan bagaimana caranya itu jadi kewenangan pemerintah, Banggar tidak punya kewenangan itu," katanya.(ANT/JUM)

Salah, Sistem Pemberantasan Korupsi : Dialog Kebangsaan dan Temu Tokoh PKS


Timor Express, Senin 26 September 2011
Dialog kebangsaan dan temu tokoh yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTT  menghadirkan pembicara utama sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PKS yang juga wakil Ketua DPR RI, H.M Anis Matta berlangsung di Hotel Kristal, Sabtu (24/9) pukul 20.00 WITA. Sebagai moderator ketua DPW PKS NTT, Suharjito.
Tema yang diangkat dalam kegiatan  dialog tersebut adalah : “Membangun Peradaban Mulia dengan Kejujuran dan Kebersamaan.” Turut hadir dalam kegiatan dialog tersebut para pengurus DPW PKS NTT, para simpatisan DPW PKS NTT, para tokoh politik serta warga Kota Kupang lainnya.
Sekjen DPP PKS, HM Anis Matta, pada kesempatan itu, mengatakan demokrasi itu adalah suara rakyat dan suara rakyat harus diikuti. Seorang pemimpin jangan sampai berorientasi popularitas tapi tetap menjadi juru edukatif untuk semua masyarakat.
Hal berikut yang harus juga diperhatikan adalah sistematika dalam kerja. Seseorang kadang kehilangan sistematika dalam bekerja akan memebuat dirinya jauh dari pekerjaan yang dilakukan.”Korupsi itu biasanya terjadi dalam tiga tempat, yakni: sumber pemasukan Negara, yang kedua adalah belanja Negara dan yang ketiga adalah pengadilan. Sekarang ini pendapatan Negara dari pajak. Masalahnya pajak tidak bisa disebut uang Negara kalau pajak tersebut belum amsuk sebagai uang Negara,” ujar Anis Matta.
Dia mengatakan, korupsi yang terjadi pada pajak kadang tidak bia terdeteksi karena dana yang bersumber dari pajak itu kadang tidak masuk dalam harta negara yang bisa diaudit. Hal berikut yang juga dipertanyakan adalan belanja Negara dan yang sering terjadi adalah banyak kehilangan uang Negara. Sementara itu, kata Anis Matta, hal ketiga yang harus diperhatikan adalah aksus suap yang dilakukan di pengadilan biasanya tidak langsung  merugikan Negara namun hanya berpotensi mendzalimi individu.
Jika Negara ini mau memberantas korupsi, maka Negara harus bias menelususri kasus suap yang terjadi. Dia mengurai, hal yang paling penting dalam memberantas korupsia dalah tahu persis akar permasalahannya dan tidak berorientasi populis. “Saat ini yang terjadi dengan pemberantasan koruipsi adala tahu persis akan terjadi korupsi dan saat langsung dilakukan transaksi langsung ditangkap.
Berbagai kasus korupsi terus terjadi, namun pelanggaran korupsi terus terjadi dan selalu ada penangkapan tetapi korupsi sama sekali tidak terhenti. Tujuan pemberantasan korupsi adalah pengembalian uang Negara. Parahnya, yang terjadi adalah koruptor malah diadili tanpa pengembalian uang Negara,” tegas Anis Matta. Hal yang terjadi itu, katanya akibat persoalan sistematika yang ada dinegara ini.Jika sejak awal orientasinya populis, sistematika juga salah, maka selamanya bangsa ini akan tetap rebut dan tetap jalan ditempat tanpa ada perubahan. Dia juga meminta kepada semua unsur masyarakat yang ada, termasuk media massa punya tanggungjawab yang sama yakni mengedukasi masyarakat. Sehingga menjadi masyarakat yang berorientasi pada kerja, hasil dan mempunyai sistematika. Jika hal tersebut tidak ada, ujarnya maka tidak akan ada pembangunan yang bias dilakukan dnegan baik. “saya kira semua berperan menegdukasi semua masyarakat untuk berpikir secara logika dan sistematik dan berhenti bereaksi terhadap isu-isu yang tidak berguna. Karena jika tidak maka masyarakatlah yang akan menjadi rugi. Semua harus berperan mentransformasikan diri menjadi masyarakat pembelajar (Learn SocietyRed),:"kata Anis Matta.
Dia juga menegaskan kepada semua yang hadir untuk berhenti berbicara, terutama untuk mempersoalkan hal-hal yang bukan masalah. Hal-hal itu, kata Anis Matta, yakni: perbedaan ideologi dan agama. “Didunia ini tidak ada agama yang perlu perang dan yang perlu perang itu hanya yang memproduksi senjata. Saat ini musuh-musuh buatan yang ada adalah teroris. Agama justru dijadikan gwang untuk persoalan yang  muncul akibat perbuatan manusia,” jelas Wakil Ketua DPR RI itu.
Sekjen PKS itu juga mengatakan masalah berikut yang juga muncul adalah persoalan idiologis, namun perlu dipertegas bahawa idiologis itu bukan perkara yang harus diperkarakan. “apa yang dipertentangkan saat ini sama sekali tidak ada artinya karena memang itu bukan perkara yang ahrus diperkarakan seperti mempertentangkan masalah agama dan idiologi. Dengan memperbaiki orientasi, memeprbaiki sistematika serta berhenti mempermasalahkan hal-hal yang bukan masalah maka roda pembangunan bangsa ini akan berjalan dengan baik dan menjadi bangsa yang besar,” ujar Anis Matta singkat. Usai memberikan materi oleh Sekjen PKS HM Anis Matta kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama semua peserta yang hadir. (mg-10/sam)

Anis Matta Halal Bihalal Bersama Warga Kupang

Pos Kupang. Senin 26 September 2011

Wakil Ketua DPR RI, HM Anis Matta, Lc, yang juga Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Berkesempatan menghadiri acara halal bihalal bersama 500 warga Kota Kupang dan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di aula Hotel Kristal Kupang, Sabtu (24/9/2011), malam. Acara ini dipadukan dengan Dialog Kebangsaan yang menampilkan Anis Matta selaku tokoh nasional sebagai pembicara.
Ketua DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTT, Suharjito, SH, M.Si kepada warga Kota Kupang yang hadir pada acara halal bihalal tersebut mengatakan, sebenarnya halal bihalal dan tablig akbar merupakan acara intern partai PKS dan kadernya. Tetapi karena kegiatan halal bihalal dan tablig akbar dihadiri Sekjen DPP PKS, Anis Matta, yang juga tokoh nasional karena jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR RI, maka pihak DPW PKS NTT berharap khadiran Anis Matta bisa bermanfaat bagi masyarakat bagi masyarakat Kota Kupang dan Sekitarnya.

Syarat Anggota Legislatif
Saat berbicara pada dialog kebangsaan, Wakil Ketua DPR RI, HM Anis Matta, LC menyebut dua Undang-undang yang mempengaruhi kebebasan hidup masyarat Indonesia,yakni UU tentang partai politik dan UU tetang kebebasan pers. Bagaimana undang-undang ini berinteraksi membuka ruang kebebasan tetapi yang terjadi justru membuat stag.
Menurut Anis Matta, stag terjadi karena kita tidak mengerti UU yang mengerti UU yang memberi kebebasan tersebut. Dengan adanya UU tentang partai politik, maka muncullah industri politik dan dengan adanya UU kebebasan pers maka muncullah industri media. Dalam industri politik, katanya, untuk mendapatkan seorang calon legislative harus memenuhi empat syarat, yakni: memiliki integritas, intelektualitas, popular dan harus memiliki uang.
Hal ini tentu menyulitkan partai politik yang mendapatkan kader yang memenuhi empat syarat tersebut, apalagi UU juga mengatur persentase caleg perempuan mencapai 30 persen.
Sementara dalam industri media, kata Anis Matta, karena adanya kebebasan pers, maka muncullah media online dan orang mulai meninggalkan media Koran. Bahkan sekarang, dengan perkembangan teknologi telah muncul pula social media seperti facebook dan twitter.
Dengan adanya kebebasan pers, kata Matta, banyak berita tentang berbagai persoalan yang terjadi diketahui public termasuk verita tentang kasus-kasus korupsi. Opini public terbentuk karena melihat persoalan dengan hati juga dengan akal. “Saya juga melihat dinegara kita ini banyak yang berdiskusi atau berbicara tentang hal-hal yang tidak ada masalah. Oleh karena itu harapan saya, marilah kita memberi edukasi kepada masyarakat. Berhentilah diskusi yang bukan-bukan atau yang tidak ada masalahnya”. Kata Anis Matta.
Pada kesempatan itu, warga Kota Kupang yang hadir berkesempatan berdialog langsung dengan Anis Matta tentang berbagai persoalan. Dialog kebangsaan ini, menurut Anis Matta penting untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat dalamm melihat persoalan bangsa. Kegiatan ini dihadiri pula sejumlah tokoh di Kota Kupang dan propinsi NTT terutama dari kalangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) NTT. (mar)

PKS Targetkan 7 Kursi DPRD NTT

Pos Kupang. Minggu 25 September 2011.
Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menargetkan satu kursi anggota legislative untuk setiap daerah pemilihan (Dapil) pada pemilu legislative mendatang. PKS pun menargetkan dua kursi anggota DPR RI dan tujuh kursi anggota DPRD NTT. Saat ini PKS telah memiliki kader sampai tingkat desa/kelurahan dan PKS merupakan partai terbuka.
Hal ini diungkapkan Sekjen DPP PKS, yang juga Wakil Ketua DPR RI, Anis Matta, pada konferensi Pers di Hotel Kristal Kupang, Sabtu 924/9/2011) sore. Menurut Anis Matta, PKS juga berpeluang mencalonkan kader nono muslim untuk menduduki posisi anggota Dewan atau posisi politik lainnya.
“Sesuai register yang ada, kader PKS saat ini tercatat 1.130-an orang dan di NTT pun terus dilakukan perekrutan. Selain itu, program peningkatan kualitas kader juga terus dilakukan secara rutin dan intern partai,”kata Anis Matta.
Hal senada disampaikan Ketua DPW PKS NTT, Suharjito, S.H, M.Si. Menurut Suharjito DPW PKS NTT saat ini terus berusaha menyiapkan berbagai strategi untuk mendapatkan simpati pemilih dalam pemilu legislative mendatang.
Menyinggung soal kegiatan halal bihalal yang dipadukan dnegan kegiatan dialog kebangsaan, Suharjito mengatakan sebenarnya kegiatan halal bihalal dan tablig akbar merupakan kegiatan intern partai PKS dan kadernya. Namun karena kegiatan halal bihalal dan tablig akbar dihadiri Sekjen DPP PKS, Anis Matta, yang juga tokoh nasional maka pihak DPW PKS NTT berharap kehadiran Anis Matta juga bermanfaat bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya.
“Itulah sebabnya kegiatan halal bihalal ini kami padukan dengan acara dialog yang kami namakan Dialog Kebangsaan. Kami berharap kapasitas Anis Matta sebagai wakil ketua DPR RI bisa dimanfaatkan masyarakat kota Kupang dan sekitarnya yang kami undang untuk hadir dalam dialog kebangsaan ini,” kata Suharjito.

NTT Butuh Banyak Investor
Pada bagian lain penjelasannya, Anis Matta mengatakan, provinsi NTT membutuhkan investor yang banyak dan kuat agar pembangunan diwilayah ini bisa berjalan lebih cepat. Membangun NTT tidak cukup hanya dnegan mengandalkan APBD tetapi harus melibatkan pihak swasta.Menurutnya agar investor kuat atau investor berskala besar bisa berinvestasi di NTT yang harus dilakukan adalah masyarakat bersama pemerintah harus lebih ramah terhadap investor.”Perlu dilakukan penyadaran kepada masyarakat agar lebih ramah terhadap investor. “Perlu dilakukan penyadaran terhadap masyarakat agar lebih ramah. Membangun sector riil tidak bisa mengandalkan pada APBD semata,”tegas Anis Matta.
Anis Matta menyebutkan masalah paling penting yang membuat investor susah masuk ke NTT adalah masalah ketersediaan lahan/tanah. Banyak tanah di NTT yang merupakan tanah suku. Sehingga masalah tanah menjadi masalah penting. Sementara masalah iklim dan lainnya tidak menjadi factor penghambat investor berinvestasi diwilayah ini.
“Bantuan pemerintah pusat melalui APBN juga sedikit. APBN yang disiapkan untuk pembangunan didaerah-didaerah hanya sebesar 12 persen. Sangat kecil nilainya,” kata Anis Matta.
Wilayah NTT atau wilayah Nusa Tenggara dan Indonesia Timur pada umumnya, kata Anis Matta, seharusnya menjadi etalase NKRI. Keragaman paling terwarnai dan paling terlihat diwilayah ini sehingga peningkatan harmoni dan sikap toleransi antar umat beragama merupakan hal yang sangat penting agar bias menutup konflik horizontal yang mungkin saja bisa terjadi.
Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga Wakil Ketua DPR RI, Anis Matta datang ke NTT untuk menghadiri acara halal bihalal dan tablig akbar yang digelar DPW Partai Keadilan Sejahtera (PKS) NTT. Acara halal bihalal dan tablig akbar ini juga dipadukan dengan kegiatan Anis Matta dengan warga kota Kupang yang diberi nama Dialog Kebangsaan (mar).