Jama'ah Penuh Berkah
Tidak ada dakwah tanpa kepemimpinan. Kadar tsiqah antara qiyadah dan jundiyah menjadi penentu bagi sejauh mana kekuatan sistem jamaah, kemantapan langkah-langkahnya, keberhasilan dalam mewujudkan tujuan-tujuannya, dan kemampuannya dalam mengatasi berbagai tantangan dan kesulitan.
Bekerja Untuk Indonesia
Dan Katakanlah: Bekerjalah kamu, Maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang mukmin akan melihat pekerjaanmu itu, dan kamu akan dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata, lalu diberitakan-Nya kepada kamu apa yang telah kamu kerjakan. (9:105)
Inilah Jalan Kami
Katakanlah: Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha suci Allah, dan aku tiada Termasuk orang-orang yang musyrik. (12:108)
Biduk Kebersamaan
Biduk kebersamaan kita terus berjalan. Dia telah menembus belukar, menaiki tebing, membelah laut. Sayatan luka, rasa sakit, air mata adalah bagian dari tabiat jalan yang sedang kita lalui. Dan kita tak pernah berhenti menyusurinya, mengikuti arus waktu yang juga tak pernah berhenti.
Kesungguhan Membangun Peradaban
Semua kesungguhan akan menjumpai hasilnya. Ini bukan kata mutiara, namun itulah kenyataannya. Setiap orang akan mendapatkan apa yang diusahakan dengan sepenuh kesungguhan.
Minggu, 20 April 2014
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA ‘SIAP MENGGEBRAK’ PARLEMEN DI NUSA TENGGARA TIMUR
Senin, 28 Mei 2012
Jalan Santai Dalam Rangka Milad ke-14 PKS Berjalan Meriah
Minggu, 29 April 2012
PKS Ende Hijaukan Raporendu
Kegiatan ini ditandai dengan penyerahan anakan secara simbolis dari Ketua Panitia, H.Yusuf Oang (anggota DPRD Ende dari PKS) kepada Ketua DPD PKS Kabupaten Ende, Muhammad Ilham, ST. Anakan dari Ilham selanjutnya diserahkan kepada Kepala desa Raporandu, Hasan Ebas.
Ketua panitia, Oang dalam sambutannya mengatakan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari kegiatan sebelumnya, yakni rekreasi bersama keluarga pengurus PKS. Kegiatan ini, jelas Oang, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) PKS ke-14. Menurut Oang, kegiatan tanam pohon etrsebut bermakna sederhana dan jumlahnya terbatas, tidak seperti yang diharapkan. Oang menegaskan, PKS memilih kegiatan tanam karena prihatin dengan bencana banjir dan longsor yang terjadi dimana-mana. Bencana yang terjadi, katanya, biasanya masyarakat selalu menjadi korban."Untuk mengatasi bencana, maka salah satu solusi adalah tanam, tanam dan pelihara," tandas Oang.
Oang menambahkan, anakan tanaman yang ditanam adalah umur panjang yang punya nilai ekonomi. Ketua DPD PKS Kabupaten Ende mengatakan, Kades Raporendu sudah berjibaku dengan PKS dalam kegiatan milad PKS ke-14.
Dalam rangka HUT PKS ini, kata Ilham, minggu sebelumnya digelar kegiatan rekreasi keluarga besar PKS Ende. Dan saat ini, kata Ilham, dilakukan kegiatan tanam. Dalam kegiatan ini, masyarakat juga diberi ruang beraktivitas bersama PKS.
Tujuan kegiatan rekreasi yang disebut kegiatan internal, kata Ilham, untuk kekokohan barisan PKS yang berada di DPD. Sedangkan kegiatan eksterna;, yakni tanam untuk menjalin ukhuwah bersama warga. Kegiatan tanam yang digelar, jelas Ilham, penanaman merupakan aktivitas PKS sebagai partai dakwah. Kegiatan tanam sebagai simbol keterikatan dengan masyarakat. Ilham mengharapkan, anakan yang ditanam terus dirawat oleh masyarakat. Sebab pengalaman yang terjadi, kegiatan tanam yang tidak melibatkan masyarakat akhirnya tidak terpelihara. (Oma) ditulis kembali oleh Admin
Minggu, 22 April 2012
Pentingnya Tarbiyah
Tema tersebut dipilih karena fenomena yang menjangkiti umat Islam di Indonesia saat ini adalah minimnya kefahaman umat terhadap ruh ajaran Islam. Sehingga umat terjerembab kedalam kebodohan dan kelemahan. Ciri yang menandakannya adalah sebagian besar umat Islam lebih condong ke hal-hal yang bersifat keduaniawian, cinta dunia, takut mati dan meninggalkan jihad. Dan setiap kader dakwah harus memiliki kepedulian dan tanggung jawab moral guna memecahkan masalah tersebut. Selain itu, umat islam perlu melakukan perbaikan secara menyeluruh baik dalam berbagai aspek kehidupan. Baik dalam hal ubudiyah, muamalah dan syariah. Proses tersebut harus yang berjalan secara menyeluruh dan berkesinambungan. Proses tersebut dikenal dengan istilah Tarbiah. Secara etimologis Tarbiah (asal kata: Raba-Yarbu) bermakna tumbuh kembang; (Rabba-Yarbbu) dan bermakna memperbaiki. Sehingga tujuan tarbiah adalah membentuk syaskiyah Islamiah yang bermula dari pembentukan karakter diri dan berjenjang ke pembentukan keluarga Islam berlanjut ke pembentukan masyarakat sampai kehidupan berbangsa dan negara.
Selasa, 20 Maret 2012
DPD PKS Kota Kupang Selenggarakan Daurah Tarkiyah
Senin, 23 Januari 2012
Agenda
Kepanduan NTT Gelar Pra Mukoyam
Rabu, 18 Januari 2012
Agenda Mukhoyam
Hari/Tanggal: Jum'at-Minggu; 3-5 Februari 2012
Tempat : Batu Putih Kabupaten Timor Tengah Selatan
Demikian informasi yang kami sampaikan.(Admin)
Minggu, 01 Januari 2012
Pelatihan Dasar Relawan Indonesia Cabang Nusa Tenggara Timur
Sabtu, 19 November 2011
Agenda
- Hari/tanggal : Minggu, 20 November 2011
- Pukul : 07.30 WITA s/d selesai
- Tempat : Jl. HR Koroh Depan stasiun Relai TV 7
- Acara : Futsal
Agenda
- Hari/tanggal : Kamis, 17 November 2011
- Pukul : 15.00 WITA
- Tempat : Aula MTs Nurul Iman, Jalan Hati Mulia Oebobo Kupang
- Pemateri : Ustadzah Yulia dari Surabaya
(Admin)
Selasa, 01 November 2011
Menjadi Insan Pemenang
- Pemenang selalu menjadi bagian dari solusi, sedangkan pecundang lebih sering menjadi bagian dari masalah,
- Pemenang selalu memiliki rencana yang terkait dengan pekerjaan, sedangkan pecundang tidak pernah kehabisan alasan untuk tidak bekerja.
- Pemenang selalu berkata “biar saya yang mengerjakan” sementara pecundang lebih suka berkata”Maaf, itu bukan bagian dari tugas saya”
- Pemenang selalu melihat ada jawaban dari setiap persoala, sedangkan pecundang selalu melihat ada persoalan dan alas an pada setiap solusi
- Pemenang selalu melihat adanya peluang pada setiap kesulitan, sementara pecundang selalu melihat adanya kesulitan dari peluang yang paling bagus sekalipun.
- Pemenang selalu otomatis mencari kekurangan dirinya, dalam menyikapi kegagalan sedangkan pecundang lebih suka mencari kambing hitam diluar dirinya.
- Pemenang selalu melakukan koreksi atas kesalahan yang dilakukan, sementara pecundang lebih sering mencari pembenaran untuk mengulanginya lagi.
Senin, 26 September 2011
Anis Matta: NTT Butuh Banyak Investor
TRIBUNNEWS.COM, KUPANG --- Sekjen DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang juga Wakil Ketua DPR RI, Anis Matta mengatakan, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) membutuhkan investor yang banyak dan kuat agar pembangunan di wilayah ini bisa berjalan lebih cepat.
Membangun NTT tidak cukup hanya dengan mengandalkan APBD tetapi harus melibatkan pihak swasta.
Sekjen DPP PKS yang juga Wakil Ketua DPR RI ini mengatakan hal itu pada acara jumpa pers dengan para wartawan di Hotel Kristal Kupang, Sabtu (24/9/2011) .
Menurut Anis Matta, agar investor kuat atau investor berskala besar bisa berinvestasi di NTT yang harus dilakukan adalah masyarakat bersama pemerintah di wilayah ini harus lebih ramah terhadap infestor.
"Perlu dilakukan penyadaran kepada masyarakat agar lebih ramah. Membangun sektor ril tidak bisa mengandalkan pada APBD semata," kata Anis Matta.
Dikatakan Anis Matta, masalah paling penting yang membuat investor susah masuk ke wilayah NTT adalah masalah ketersediaan lahan atau tanah.
Banyak tanah di NTT merupakan tanah suku sehingga masalah tanah menjadi masalah penting yang harus mendapat perhatian. Sementara masalah iklim dan lainnya tidak menjadi faktor penghambat investor berinvestasi di wilayah ini.
"Bantuan pemerintah pusat melalui APBN juga sedikit. APBN yang disiapkan untuk pembanguann di daerah-daerah hanya sebesar 12 persen. sangat kecil nilainya," kata Anis Matta.
PKS Berobsesi NTT Jadi Etalase NKRI
Anis Matta: KPK Cenderung Mencari Masalah
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) cenderung mencari masalah dalam kasus pemanggilan seluruh pimpinan Badan Anggaran DPR. Demikian dikatakan oleh Wakil Ketua DPR yang juga Sekjen Partai Keadilan Sejahtera Anis Matta di Kupang, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (24/9).
"Pemanggilan tersebut hanya berkaitan dengan mekanisme penetapan APBN, sehingga tidak perlu memanggil seluruh pimpinan Badan Anggaran, tetapi bisa dengan mekanisme lain seperti melalui utusan ke DPR atau melalui surat-menyurat," kata Anis Mata kepada pers.
Menurut dia, langkah yang diambil KPK bisa dihindari dengan mengutus perwakilan untuk meminta penjelasan pimpinan Banggar, tanpa perlu melakukan pemanggilan. "Teman-teman di Banggar menilai KPK cenderung mencari masalah bukan untuk menyelesaikan masalah," kata Anis.
Menurut dia, pemanggilan terhadap seluruh pimpinan Banggar telah menciptakan masalah baru, antara lain terjadi pengadilan media untuk hal yang tidak ada urusannya dengan anggota Banggar. "Mekanisme pemanggilan seperti itu membuat pembahasan RAPBN 2012 jadi molor, yang tentunya berimbas pada tertundanya semua program pembangunan," katanya.
Dia mengatakan jika persoalan terkait dengan personal, tindakan yang dilakukan bukan memanggil seluruh pimpinan Banggar tapi kepada perseorangan. "KPK telah membuat sebuah drama kolosal yang justru menimbulkan sejumlah soal yang akan berdampak kepada sejumlah agenda lain yang lebih penting," ujarnya.
Ia mengatakan jika Banggar tetap mogok, rencana pengesahan RAPBN 2012 pada Oktober nanti juga molor. Menurut Anis Matta, APBN itu adalah undang-undang yang memiliki sifat berbeda dengan undang-undang lainnya, karena pengajuannya hanya boleh dilakukan oleh eksekutif.
Karena itu, posisi Banggar hanya membahas dan menilai layak tidaknya proposal yang disampaikan dalam RAPBN itu, tidak dalam konteks untuk menyusunya. "Jadi soal daerah mana dapat berapa dan bagaimana caranya itu jadi kewenangan pemerintah, Banggar tidak punya kewenangan itu," katanya.(ANT/JUM)
Salah, Sistem Pemberantasan Korupsi : Dialog Kebangsaan dan Temu Tokoh PKS
Anis Matta Halal Bihalal Bersama Warga Kupang
PKS Targetkan 7 Kursi DPRD NTT












